2.63, what does that number mean?

Judul blog-ku ini adalah “Segalanya Dimulai dari 2.63″. Kenapa harus 2.63? Apakah arti angka tersebut? Sebenarnya 2.63 bukan angka eksaknya, melainkan 50 / 19 = 2.6315789… So, angka apakah itu?

Itu adalah Indeks Prestasi (IP) Semester pertamaku di Matematika UGM. Suatu nilai yang tidak cukup baik, sungguhpun relatif baik jika melihat kondisi kelas. Lalu apa makna angka itu dalam kehidupan saya? Yang jelas bukan angka keberuntungan, namun angka itu memacu saya untuk jadi lebih baik hingga akhirnya sekarang bisa lulus dengan IPK yang cukup memuaskan. Di samping itu secara pribadi, khususnya secara mental dan spiritual, saya merasa terus berkembang dan lebih dewasa. Faktanya saya masuk kuliah pada usia 16 tahun, dimana seharusnya saya masih duduk di bangku SMA. Masa2 awal adalah penyesuaian bagi saya untuk komunitas yang rata2 lebih tua 2 tahun dari saya. Masalah kemampuan mungkin bukan hal yang perlu dipertanyakan mengingat semua mahasiswa Matematika UGM pasti memiliki background nilai matematika yang bagus sewaktu SD-SMA. Masalah utama saya adalah kemalasan dan kesulitan melewati masa transisi dari SMA (bahkan saya ikut kelas aksel) ke kuliah. Masa2 inilah yang boleh dibilang paling berat dalam hidup saya.

Semenjak tamparan IP 2.63 tersebut (lebih tepatnya nilai D untuk mata kuliah Kalkulus 1), saya mencoba untuk berbenah dan berusaha mencari apa yang salah dalam diri saya. Setelah itu saya berusaha untuk bangkit dan terus melangkah hingga akhirnya mencapai klimaks di tahun ke-4. Segala yang telah saya dapat sekarang ini mungkin telah menghapus noda semester 1 saya itu. Tapi saya tidak boleh lupa bahwa dimanapun saya berada sekarang, saya mengawalinya dari 2.63. Orang boleh berkata bahwa seandainya saya memiliki IP lebih baik di semester 1, seharusnya saya berada pada titik yang lebih tinggi dari sekarang. Akan tetapi tidak semudah itu. Andai semester 1 IP saya sudah diatas 3.5, mungkin saya akan menjadi terlena dan malah turun drastis di semester2 berikutnya. Saya malah kehilangan semangat belajar dan mungkin lulus dengan IPK pas2an. Bahkan mungkin saya tidak menemukan kedewasaan atau pencerahan spiritual yang begitu berharga buat diri saya.

Kita hanya bisa bersyukur akan apa yang telah terjadi. Tak perlu menyesali awal yang buruk selama kita bisa mengakhiri dengan baik. Ingat bahwa Dia memberi apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Tak ada yang bisa kembali ke masa lalu untuk memperbaiki kesalahan, yang ada adalah berusaha untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Juan de la Puerta

2 Responses so far »

  1. 1

    Yacob said,

    Yah, tapi aku juga gag tau kejelasan IP ku di nanti hari… masih agak ngambang +ragu….

  2. 2

    Arrefepef said,

    mengapa tidak:)


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.